|

Jakarta, beritabaru.com - Pengelolaan busway sebagai angkutan umum yang sedianya untuk membenahi transportasi di Jakarta ternyata belum berjalan baik atau maksimal. Akibatnya berbagai macam masalah diderita warga Jakarta diantaranya kemacetan dan polusi udara yang sudah diambang batas normal.
Pengelolaan busway yang buruk ini disampaikan oleh Koalisi Warga untuk Transport Demand Management (TDM) dalam menyikapi tinjauan 6 tahun busway di Jakarta.
Menurut Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Jakarta mengatakan, bila busway tidak dibenahi dengan segera maka lalu lintas di Jakarta akan mengalami kemacetan total atau tidak bergerak. Selain menyebabkan kemacetan, penggunaan bahan bakar yang digunakan busway juga menyebabkan pencemaran udara.
"70% pencemaran udara di Jakarta yang disumbang oleh busway dan kendaraan bermotor lainnya. Oleh karena itu saya mengharapkan adanya perubahan lembaga yang bertujuan untuk memperbaiki kinerjanya ke arah yang lebih baik," kata Tigor Nainggolan di Jakarta, Jumat (15/1).
Buruknya pengelolaan busway juga bisa dilihat dari rencana pengadaan 15 koridor bus yang didengungkan prempov DKI khusunya Dinas Perhubungan hingga kini belum terlaksana. Sementara itu rencana semua armada busway menggunakan gas juga belum tereliasasi.
"Saya berharap dengan adanya kritik dan saran dari Koalisi Warga TDM maka pengelolaan busway dapat tingkatkan pengelolaannya kepada satu lembaga yang profesional," ujarnya.
Sementara itu menurut Ahmad Safrudin dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbel menilai, penggunaan bahan bakar bertimbel yang gunakan busway merupakan salah satu penyumbang pencemaran di Indonesia. Berbagai penyakit pun banyak di derita warga Jakarta akibat penggunaan bahan bakar bertimbel diantara penyakit ISPA, pusing-pusing, mual, asma, tekanan darah tinggi dan gangguan fungsi ginjal.
"Bahan bakar bertimbel juga menyebabakan kerusakan sistem syaraf, penurunan kemampuan intelektual anak-anak, kebrutalan remaja, keguguran, impotensi, janjung koroner, kanker dan kematian dini," jelasnya.
Menurut Safrudin, upaya mengektifkan pemangkasan emisi dengan memanfaatkan bahan bakar gas masih menghadapi kendala. Banyak operator angkutan umum yang kesulitan memperoleh pasokan gas dengan kualitas dan jumlah yang memadai.
"Sudah menjadi keharusan bagi pengelola untuk membenahi manajemen dan pelayanan sehingga busway mampu menjadi angkutan umum yang efektif," paparnya.
 |